TOEFL Plus

TOEFL PLUS, program peningkatan kemampuan berbahasa inggris telah membuka pendaftaran di awal November 2015. Pendaftaran yang telah dibuka selama dua pekan ini berhasil merekrut peserta sebanyak 29 orang.

Program ini merupakan salah satu program kerja Departemen Pemberdayaan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala periode 2015-2016. Program ini memfasilitasi mahasiswa khususnya mahasiswa Fakultas Keperawatan untuk meningkatkan nilai TOEFL sebagai syarat kelulusan memperoleh gelar sarjana. Semenjak ditetapkannya score minimum TOEFL 475, banyak mahasiswa merasa khawatir untuk mencapai score tersebut. Beberapa mahasiswa beinisiatif melakukan persiapan seperti les TOEFL, sebagian lagi mungkin belum sempat memikirkan hal sepenting itu. Bagi mahasiswa yang tidak mencapai score  minimum tersebut, siap-siap untuk menunda kelulusan atau yang lebih parahnya lagi terpaksa membayar uang SPP kuliah untuk semester berikutnya.

Menurut analisa penulis, jumlah test TOEFL yang boleh diikutin oleh mahasiswa juga dibatasi. Jika sudah mencapai limit, mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti semacam TOEFL CLASS selama beberapa minggu yang dirasa hanya  membuang-buang waktu saja dan tentunya merogoh kocek mahasiswa yang cukup dalam. Hal ini menjadi kendala yang cukup berarti khususnya bagi  mahasiswa semester akhir yang ingin mempercepat proses kelulusan.

Selain itu, dengan berbekal bahasa inggris yang baik maka peluang untuk menggapai scholarship di luar negeri tak hanya sebagai impian belaka. Kemampuan berbahasa inggris juga bisa sebagai andalan dalam memperoleh pekerjaan yang selalu identik dengan ketatnya persaingan antar pelamar.

Program ini diadakan sebanyak 2 kali pertemuan/minggu selama 5 minggu. Setiap kelas diisi oleh 15 orang peserta dan dibimbing oleh 1 orang pengajar. Placement test dilakukan diawal pertemuan untuk menilai kemampuan bahasa inggris tiap peserta. Test serupa juga dilakukan di pertemuan terakhir sebagai evaluasi dari hasil pembelajaran tersebut.

Dwina Putri Rahayu, mahasiswa fakultas keperawatan angkatan 2012 selaku penanggung jawab program tersebut merasa puas melihat jumlah pendaftar yang cukup banyak walaupun target diawal sebanyak 60 orang. Ia berpendapat, sangat disayangkan sekali bila mahasiswa keperawatan tidak memerhatikan skill dalam berbahasa inggris. Kurangnya minat mahasiswa untuk berbahasa inggris mungkin menjadi kendala tersendiri bagi mahasiswa yang masih menganggap bahasa inggris itu sulit. Tak hanya mahasiswa keperawatan, mahasiswa yang mendaftar ternyata ada yang berasal dari fakultas lain bahkan yang berasal dari universitas lain.

Program ini dianggap sebagai terobosan terbaru dalam mekanisme pembelajaran untuk menciptakan mahasiswa dengan more skill. Diharapkan program ini tidak hanya dilaksanakan pada tahun ini saja, namun dapat dilanjutkan di kepengurusan BEM FKep periode-periode selanjutnya. Turun tangan dari pihak Fakultas Keperawatan juga diyakini dapat mengembangkan program ini sehingga bahasa inggris tidak dipandang sebelah mata oleh mahasiswanya. (DP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *