GASTER

Salah satu program kerja menarik dari Departemen Puan (Pemberdayaan Perempuan) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala adalah Gaster. Gaster adalah singkatan dari Galian Semua Tentang Perempuan. Gaster dilaksanakan hampir setiap minggunya pada hari Jumat berkolaborasi dengan Departemen Keputrian LDF Ash-Shihah Fakultas Keperawatan​.

Beberapa acara Gaster diantaranya adalah membuat pin, lomba masak, membuat gelang dan merajut.Acara Gaster pertama adalah membuat pin. Kali ini ada yang berbeda pembuatan pin yang diusung Departemen PUAN. Pin dibuat dari biji-bijian seperti biji sirsak, biji sawo dan biji-bijian lain. Biji-biji disusun satu persatu lalu direkatkan dengan lem lilin dan kemudian disematkan peniti agar bisa digunakan untuk pengait jilbab. Selain unik, pin juga tidak dijual dipasaran dan terkesan eksklusif karena setiap bentuknya selali berbeda.

Acara Gaster kedua adalah lomba memasak. Lomba ini diikuti oleh tiga kelompok yang beranggotakan masing-masing tiga orang. Bahan utama yang disediakan oleh panitia adalah mie. Peserta  harus se-kreatif mungkin memodifikasi resep dengan bahan utama mie. Bahan yang peserta bawa juga tidak boleh lebih dari kisaran harga Rp 20.000,-.

Acara Gaster ketiga adalah membuat gelang. Gelang dibuat dari tali berwarna warni yang disejajarkan kemudian dianyam atau dikepang dan diberi mainan kecil sebagai ornament pengias gelang. Setelah itu gelang diberi pengait dan bisa langsung dipakai.

Acara Gaster keempat adalah merajut. Merajut adalah fenomena yang sedang hits dikalangan remaja sekarang. Jika dulu merajut identik dengan orang tua dan jadul namun tidak halnya sekarang. Nyatanya kini para remaja berlomba-lomba untuk belajar merajut dan menjadikan merajut sebahai hobi. Acara merajut ini dilaksanak dua kali mengingat teknik merajut yang sedikit sulit dan tidak bisa jika dalam waktu yang singkat.

Keempat acara diatas bertujuan untuk menggali kreativitas para perempuan terkhusus di Fakultas Keperawatan Unsyiah. Perempuan jaman sekarang tidak cukup hanya cantik dan juga pintar, mereka juga harus memiliki kreativitas agar bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *